Awalnya

Oleh: Baharuddin Abidin, inisiator penghijauan Dusun Pandala

Keadaan lahan pada survey awal, gersang dan kering

Keadaan lahan pada survey awal, gersang dan kering

Posisi kami sebagai dosen Pengembangan Wilayah Pesisir pada Program Pasca Sarjana Universitas Hasanuddin disamping kecintaan akan lingkungan alam dan laut pada 20 tahun lalu membuat kami menjelajahi banyak wilayah pesisir Sulawesi Selatan. Antara lain wilayah pesisir Kabupaten Takalar kami survey untuk menjadi lahan obyek penelitian dan pengembangan bagi mahasiswa kami. Sampailah kami ke dusun Pandala yang kami lihat waktu itu sangat gersang. Sementara kami memang sudah mengembangkan tanaman pohon Bitti (Vitex Copassus) yang merupakan bahan pembuat kapal kayu pinisi yang mulai jarang populasinya. Kami sdh berangan-angan untuk suatu waktu kembali ke Pandala untuk menanam dan mengadakan penghijauan dengan pohon Bitti.

Angan2 itu menjadi kenyataan pada tahun 2007 pada waktu kami menjadi President Rotary Club of Makassar (RCM) dengan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Takalar mengadakan program reforestation. Kebetulan lokasi yang kami diarahkan adalah Dusun Pandala yang memang menjadi angan2 kami.

Anggota Rotary Club of Makassar mengadakan survey awal lahan yang akan diusulkan

Anggota Rotary Club of Makassar mengadakan survey awal lahan yang akan diusulkan

Maka mulailah kami beraktifitas dilokasi itu besama dengan teman2 Rotarian (anggota Rotary) memagar, menanam dan melibatkan masyarakat sambil terus menerus mensosialisasikan pentingnya penghijauan. Selama bebera tahun secara berkelanjutan kami beberapa orang Rotarian setiap Jumat shalat Jumat di Pandala sesudah itu mengadakan pertemuan dengan masyarakat sambil menyiapkan makanan ala kadarnya dengan kompor gas mini yang kami bawa. Bahkan salah seorang Rotarian sewaktu-waktu harus baca khotbah kalau khatib mesjid tiba2 tidak bisa hadir. Pertama kali kami mendapat dukungan bibit Bitti sebanyak 2000 pucuk dari Bpk Andi Oni Gappa (Kepala Cabang Bank Panin, Alm) yang kami angkut setiap Jumat pagi sebanyak 70 pucuk.

Pertumbuhan Bitti dilokasi itu sangat sulit karena tanahnya yang liat dan kurus, tidak menyimpan air dan retak lebar dimusim kemarau. Namun karena usaha yang tidak terputus maka ada jugalah yang tumbuh. Didaerah itu sekarang sudah lumayan banyak pohon Bitti yang tumbuh terutama dilahan masyarakat termasuk dipekarangan rumah. Setelah banyak pohon yang sdh berbuah (ditempat lain) maka kami tidak kesulitan bibit Bitti lagi. Kami dapat menyediakan bibit sampai puluhan ribu pucuk sekarang ini setiap tahunnya.

Bitti

Bitti

Pohon itti mulai tumbuh

Pohon Bitti mulai tumbuh

Kanak2 menikmati wandering disela pepohonan Bitt

Kanak2 menikmati wandering disela pepohonan Bitti

Satu kelebihan pohon Bitti adalah daunnya akan gugur dimusim kemarau sampai habis, sehingga menutupi lahan dibawahnya sehingga kelak akan mencegah penguapan air tanah dan menjadi pupuk kompos setelah hancur. Ketika musim hujan datang maka daunnya akan lebat kembali dan enak dipandang mata.

Membagi bibit kepada petani kelak ternyata lebih efektif karena petani akan menanam dilahannya dan memeliharanya. Dengan metode ini ternyata bibit yang dibagikan lebih meyakinkan pertumbuhannya. Dengan kenyataan ini maka selanjutnya bila ada tamu yang datang untuk menanam pohon Bitti kami arahkan untuk menanam dilahan petani. Pohonnya akan menjadi milik petani dan dengan demikian mereka akan memeliharanya.

Visi kami kedepan adalah Pandala menjadi wilayah pengembangan agro forestry, termasuk Forest Farming, Agro Forestry (Wana Tani), Sivie Pasture (kebun pohon Bitti sekalian sebagai lahan penggembalaan ternak) dan last but not least Agro Forestry Tourism (Wana Tani Wisata). Disertai harapan Pandala dapat menjadi percontohan dan tempat belajar mengenai Wana Tani dengan berbagai aspeknya.

Baharuddin Abidin 2 Februari 2015

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s